Suatu hari Tirto Utomo melakukan pertemuan dengan rekan ekspatriat dari Amerika Serikat. Namanaya adalah Mr. Raymond Todd. Usai menyantap makanan istri Mr. Raymond mengalami keracunan makanan, diare. Minuman air putih waktu itu adalah minuman yang di rebus. Ternyata air putih yang dikonsumsi istri Mr. Raymond tidak steril. Tirto Utomo beremphaty dengn kejadian tersebut.
Tirto Utomo mendapatkan insight tentang minuman air putih yang sehat untuk diminum. Insight itulah yang menjadi titik awal lahirnya produk minuman kemasan Aqua hingga saat ini.
Tirto Utomo membangun bisnis berawal dari insight. Tirto Utomo melihat ada sebuah gap antara harapan dan pencapaian. Gap itulah yang mendorong Tirto melakukan riset dan mengembangkan air mineral Aqua. Tanpa adanya insight bisa jadi Aqua tidak lahir di tengah pasar.
Tirto Utomo adalah lahir di Wonosobo pada tahun 1930. Menyelesaikan pendidikan Strata 1 Hukum di Universitas Indonesia. Sebelum bergabung di Pertamina pernah jadi wartawan di Djawa Pos.
Pelajaran apa yang kita bisa petik. Tirto Utomo tidak membuat produk begitu saja. Ia berangkat dari insight lalu mengembangkan value hingga memberikan merek pada produknya.
Kita tahu bersama pebisnis saat ini banyak yang gagal karena tidak didasari Insight, Visi dan Value. Jamak ditemukan pelaku usaha langsung fokus ke produk tanpa mengetahui segmentasi pasar. Ujung ujungnya malah rugi.
Pelaku bisnis yang fokus pada produk bukan pada value creation umumnya berguguran. Bingung karena harus bayar utang ke bank, menghabiskan banyak budget untuk membeli lahan, membangun gedung, menggaji karyawan. Sementara produk yang dibanggakan dan ia percaya ternyata tidak laku di pasaran. Pelaku bisnis seperti ini fokus pada bagaimana bukan Mengapa (why).
90 persen pelaku UMKM saat ini pun fokus pada produk. Pebisnis umumnya menjalankan usaha bisnis karena ikut ikutan dan warisan dari orang tua. Bisnis yang dibangun tanpa pondasi yang kuat itu rapuh dan gampang goyang. Bisnis yang dibangun didasari Value dan misi bertahan dan terus bertumbuh. Mulailah mencari insight anda sebelum membangun bisnis.