Pelatihan Itu Menyenangkan
Kalau ada pelatihan yang anda ikuti membuat ngantuk, membosankan, materinya kaku maka penyerapan materi juga kurang baik. Tidak mudah membawakan materi training meskipun nara sumbernya pintar. Nara sumber pintar sendiri sedangkan peserta malah sibuk main hape dan pingin kabur demi menghindari kelas.
Kembali ke dunia pelatihan. Sejatinya pelatihan tidak harus dalam bentuk in house training yang formalitas, atau workshop yang terprogram dengan rapi. Dalam pelatihan langkah pertama yang harus diberesin adalah Analisa. Tanpa analisa yang sukses mengetahui kebutuhan pengguna jasa, berarti keputusan menentukan thema pelatihan tidak dikaji secara mendalam dan efektif. Di akhir tahun Kepala Departmen hanya menebak nebak saja saat memasukkan tema dan anggaran pelatihan kepada pimpinan. Kemudian dana disetujui dan mulai awal tahun di bulan Januari pelatihan pun Digelar, itu berlangsung hingga akhir tahun.
Akhir tahun kembali di buat Meeting Manajemen Representative sang kepala Departemen melaporkan penggunaan uang buat pelatihan berjalan baik. Sekilas terkesan normal saja. Namun di lapangan jumlah karyawan resign tinggi, target yang tidak tercapai, tingkat burn out karyawan tinggi. Berdampak kepada produktivtas. Dana pelatihan yang berjumlah ratusan juta setahun ternyata tidak memberi efek sama sekali terhadap kinerja dan peningkatan laba perusahaan. Setelah diamati lebih jauh rupanya bagian MR tidak melakukan perhatian penuh terhadap Return Of training Investment. Manajemen Representatif hanya fokus pada Pencapaian Sasaran Mutu semata yang bisa jadi tidak ada hubungannya dengan peningkatan produktivitas perusahaan.
Pelatihan efektif bila seluruh rangkaian berjalan baik. Analisa pelatihan akurat akan berpengaruh pada desain pelatihan yang selanjutnya dikembangkan menjadi Development> Development yang baik berpengaruh pada implementasi pelatihan dan pada akhir di bagian evaluasi bisa mengukur ROTI. ROTI adalah return of training investment.
Kita tak bisa mengambil satu pendekatan saja lalu menyebut pelatihan sukses.
ADDIE adalah pendekatan pelatihan yang bisa jadi pedoman. Analisa adalah mengetahui kebutuhan peserta yang diperoleh melalui wawancara, survey, data record dan observasi untuk memahami kebutuhan pelatihan.
Disain adalah rangkain yang dilakukan oleh training officer untuk membuat silabus, bentuk pelatihan apakah in door atau outdoor, apakah pakai trainer dari luar perusahaan atau cukup senior staf yang jadi fasilitator pelatihan
Deveopment adalah langkah yang juga penting. Pada tahap ini disiapkan Materi pelatihan, Buku, Ice breking, Games, Video art, Power Point
Pada tahan Implementasi adalah delivery pelatihan. mengatur tentang bentuk kelas, screen, sound system, posisi duduk peserta, pengguaan clip chart, spidol khsus untuk clip chart.
tahap akhir adalah Evaluasi. Ada beberapa jenis evaluasi mulai dari sekadar memahami pemahaman peserta terhadap isi training (level basic)hinga level evaluasi yang paling tinggi yakni mengukur ROTI. Apakah biaya pelatihan yang sudah dikeluarkan dapat meningkatkan produktivitas peserta atau mengurangi produk riject.
Jadi pelatihan yang sukses bukan sekadar trainer yang bisa menghidupkan suasana (menyenangkan) namun bisa meningkatkan kompetensi peserta yang bisa diukur.
ROTI (return of training investment ) bisa dicapai.