Setelah Pensiun
Apa yang dilakukan setelah pensiun atau PHK. Masih bingung membuat plan? Banyak problem yang terjadi karena tidak disiapkan sejak lama. Sebuah kisah yang tragis saat memasuki usia pensiun . Sebut namanya Rudi. Saat menjelang pensiunan Rudi mengikuti pelatihan wirausaha yang diselenggarakan oleh perusahaan.
Semangat setelah mengikuti sesi pelatihan. Uang pesangon pun digunakan untuk modal usaha, sewa ruko untuk berjualan. Hasilnya nol. pembeli sepi, modal habis, akhirnya stres dan masuk rumah sakit. Rupanya Rudi tidak menggunakan pendekatan terukur dan design thinking. Hanya mengandalkan semata belum cukup. Perlu memahami kebutuhan pelanggan agar produk yang dijual sesuai kebutuhan pasar.
Pembekalan wirausaha yang diikuti Rudi terlalu menekankan otak kanan, action tanpa perhitungan yang kuat. Rudi mengikuti arahan mentor agar eksekusi bisnis, namun tidak semudah itu. Membangun bisnis seperti menanam pohon bambu, ada proses membangun akar lebih dahulu sebelum bertumbuh.
Ada praktisi wirausaha berkata bahawa membangun usaha pada awalnya jangan mengharap dapat penjualan lancar. Kalau pembeli di awal buka usaha masih dihitung dengan jari itu biasa. Di situlah ujiannya. Perlu kesabaran dan mental baja saat belum dapat pembeli secara teratur. Jangan langsung mundur atau berhenti. Berapa waktu yang diperlukan untuk mendapatkan pembeli secara teratur dan bertumbuh adalah enam bulan pertama. Setelah melewati enam bulan pertama lselanjutnya proses bertahan dan bertumbuh.
Belajar pada proses pertumbuhan bambu. Butuh waktu untuk menancapkan akar ke dalam tanah, setelah kuat barulah tumbuh ke atas. Sebaiknya pedagang pemula mengikuti jejak filosofi pohon bambu. Perkuat dulu pondasinya agar kelak dapat kokoh bertumbuh ke atas.